Info Wisata dan Travel? Cuma di Infotravell.com

Jelajah 101 Destinasi Wisata Medan

24

INFOTRAVELL.COM. Kali ini kita membahas sebuah buku Traveling yang berjudul ” Ayo Travelling ke Medan : Jelajah 101 Destinasi Wisata “. Buku ini karya Tania Depari yang juga merupakan pimpinan dari media online Asarpua.com. Didalam buku ini terdapat 101 destinasi wisata di Kota Medan yang sangat cocok untuk kita kunjungi. Langsung saja, berikut ini ulasannya untuk Anda semua.

1. Masjid Al-Osmani

Masjid ini berada di Jalan Kol Yos Sudarso. Masjid Al-Osmani dikenal juga dengan nama Masjid Labuhan, karena lokasinya terletak di Kecamatan Medan Labuhan Medan.

Seperti peninggalan kerajaan Melayu Deli lainnya, Masjid ini sangat megah. Bentuk arsitektur serta ukiran khas Melayu dengan dominasi cat warna kuning sebagai warna kebesaran kesultanan Melayu,  membuat Masjid ini semakin terlihat indah dan menawan.

Masjid Al-Osmani memiliki perpaduan bangunan dari Timur Tengah, India, Spanyol, Melayu dan China. Dibangun pada tahun 1854 oleh Sultan Deli ke 7 Sultan Osman Perkasa Alam dari bahan kayu pilihan. Kemudian pada 1870 hingga 1872 masjid dibangun permanen oleh anak Sultan Osman, yakni Sultan Mahmud Perkasa Alam yang pada masa itu menjadi Sultan Deli kedelapan.

Sejarah singkat Masjid Al-Osmani. Pada tahun 1870-1872 dibangun menjadi bangunan permanen oleh Sultan Mahmud Perkasa Alam dan tahun 1927 direnovasi oleh Deli Maatchappij. Tahun 1963-1964 direnovasi oleh T. Burhanuddin Dirut Tembakau Deli-II. Meski sudah mengalami beberapakali renovasi Masjid Al-Osmani Medan begitu terlihat megah dan mempesona. Denah bangunan utama berbentuk segi empat, dengan atap kubah tunggal bersegi delapan yang indah dan megah terbuat dari tembaga. Ukiran-ukiran atau ornamen di pintu maupun di sudut bangunan juga terlihat sangat indah.

Di halaman sekitar Masjid Al-Osmani juga terdapat lima makam Sultan Deli yakni Tuanku Panglima Pasutan (Sultan Deli IV), Tuanku Panglima Gandar Wahid (Sultan Deli V), Sulthan Amaluddin Perkasa Alam (Sultan Deli VI), Sultan Osman Perkasa Alam, dan Sulthan Mahmud Perkasa Alam. Masjid Al-Osmani sebagai masjid tertua peninggalan Sultan Deli ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kota Medan.

PETUNJUK ARAH :
Jl. Kol Yos Sudarso Medan Labuhan, Medan-Sumatera Utara, menuju ke arah ke Pelabuhan Belawan. Berada di seberang Pekong Lima Medan Labuhan, hanya sekitar 15 Km dari Lapangan Merdeka (Titik Nol), Kota Medan

2. Vihara Setia Budi Kwan Te Kong

Vihara ini salah satu pesona wisata religi Kota Medan yang awet dan tak lekang oleh zaman, terbesar dan tertua di Kota Medan. Arsitekturnya indah dan megah. Sebenarnya nama asli Vihara ini adalah Kwan Te Kong.

Perubahan nama dan fungsinya menjadi kelenteng Tri-Dharma (tiga kepercayaan, yaitu Buddha, Tao dan Kong Hu Cu) terjadi pada masa Orde Baru. Ada cerita sejarah panjang tersimpan di sini. Barangkali hanya untuk dikenang tak untuk diumbar. Karena sebuah sejarah akan berubah dengan munculnya lembar cerita baru.

Baca Juga :

Begitulah Vihara Setia Budi, di sebelahnya sudah dibangun Vihara Kwan Im yang besar dan megah dengan arsitektur menawan. Dari jauh bangunannya yang tinggi menjulang terlihat jelas menonjol diantara bangunan yang ada di sekitarnya. Keunikan bangunannya semakin mengundang penasaran begitu menyaksikan dari jauh keunikan tampilan luarnya yang dicat dalam perpaduan warna merah, kuning dan hijau.

Dalam sejarahnya pembangunan Vihara Setia Budi Vihara didanai oleh Tjong A Fie. Pengusaha ini meninggal tahun 1921,  berarti dapat disimpulkan bahwa Vihara yang sangat kental dengan sejarahnya ini dibangun sebelum tahun 1921. Hal ini bisa dilihat dari tembok yang menjulang tinggi demi pengamanan.

Nuansa alam Tiongkok sangat kental terasa saat menapakkan kaki di halaman Vihara. Namun suasana tenang dan nyaman, memberikan daya tarik tersendiri bagi orang yang berkunjung. Letak Vihara Setia Budi Medan agak tersembunyi dari lalu lalang  permukiman warga, meskipun lokasinya berada di tengah Kota Medan. Memasuki areal Vihara kita akan menjumpai beberapa buah patung (arca) singa (Cioksay) terbuat dari batu dalam posisi duduk terlihat seperti sedang berjaga.

Di dekat arca singa ada hiolo berbentuk kotak memanjang terbuat dari logam berhias relief naga dengan detail yang rumit namun tetap menarik. Di permukaan hiolo sebaliknya terdapat relief jenderal beserta pasukan pengawalnya dalam pakaian perang lengkap.

Bagi Budha ritual di dalam rumah maupun di kelenteng, tidak bisa dipisahkan dengan hio dan hiolo. Berkunjunglah ke Vihara Setia Budi untuk melihat langsung religi dan budaya menyatu di dalamnya.

PETUNJUK ARAH :

Berada di Jl. Irian Barat, Medan, Sumatera Utara, Dapat dituju dari Titi Gantung, Tidak jauh dari Stasiun Kereta Api, Hanya sekitar 100 meter dari Plaza Center Point, Sekitar 200 meter dari Lapangan Merdeka.

3. Gurdwara Shree Arjun Dev Ji 

Penulis sedang berfhoto di Gurdwara Shree Arjun Dev Ji.

Gurdwara Shree Arjun Dev Ji tempat ibadah India Sikh di Medan. Bentuknya seperti balai agung, bangunan kubahnya membuat penasaran, sepintaslalu  mirip Masjid. Gurdwara di Karang Sari Polonia Medan terkenal karena keunikannya. Di India juga ada Gurdwara Amritsar atau kuil emas yang sangat terkenal.

Melihat bangunan dari luar orang pasti penasaran dan bertanya-tanya apa dan bagaimana isi dalam bangunan. Setiap pengunjung memang bebas memasuki ruang Gurdwara. Tapi harus mematuhi beberapa aturan yang sudah ditetapkan.

Siapa saja yang mau masuk ke dalam ruang Gurdwara harus melepas sepatu atau sandal, berbicara yang sopan dan diwajibkan mengenakan penutup kepala berupa kain sari yang sudah disediakan.

Di dalam Gurdwara ada kitab suci tersimpan dengan baik ditempat khusus dan tidak boleh membelakanginya.  Di kuil ini terdapat empat buah pintu dari masing-masing penjuru mata angin.

Sedangkan dibagian luar ada aula tempat makan lengkap dengan kursi dan meja. Di areal yang sangat luas ini juga ada sekolah Medan Sikh Community Education Centre.

Di halaman depan Gurdwara berkibar bendera kuning di tiang yang tinggi. Bendera kuning sebagai lambang cahaya dan kebenaran sedangkan tiang yang tinggi menunjukkan tingginya keimanan.

Berkunjung ke Gurdwara Shree Arjun Dev Ji memiliki sensasi tersendiri. Kuil Sikh ini merupakan satu-satunya kuil kaum Sikh termegah, dan terluas di Indonesia. Berdirinya kuil ini diprakarsai Banta Singh Fatupila, Chana Singh Koarka, Shinggara Singh Chabal, Diagat Singh Chabal, dan Harnam Singh Kairon pada tahun 1953, direnovasi tahun 2001. Pada tanggal 1 Juni 2003 kuil ini diresmikan Walikota Medan Drs H Abdillah Ak MBA. Penasaran dengan keunikan tempat ibadah kaum Sikh ini, datanglah.

PETUNJUK ARAH :

Jl.  Mawar Sari Rejo, Karang Sari, Medan Polonia, Kota Medan-Sumatera Utara. Sekitar 1 Km dari Jl. Abdul Haris Nasution, Pangkalan Mansur Medan. Sekitar 8 Km dari Tugu Bank Sumut (Titik Nol) Kota Medan. Sekitar 15 menit berkendera  dari Fly Over Jamin Ginting

Itulah bagian pertama dari Buku Ayo Travelling ke Medan. Untuk melihat cerita lengkap ada di buku Ayo Traveling ke Medan. Cp. Tania Depari, Hp. 08126025413.

Leave A Reply

Your email address will not be published.