Info Wisata dan Travel? Cuma di Infotravell.com

Museum Le Mayeur Bali, Monumen Cinta Abadi Ni Pollok

17

INFOTRAVELL.COM. Inilah kedua kalinya (10/07) saya mengunjungi Museum Le Mayeur yang mengesankan, di Sanur, Bali. Mengesankan bukan hanya karena lukisan lukisan berkelas yang dipamerkan di situ, tapi karena museum ini sekaligus museum situs, tempat kediaman (rumah pribadi dengan perabotannya) Le Mayeur, pelukis Belgia , bersama istrinya, penari Bali bernama Ni Nyoman Pollok.

Situs ini merupakan contoh bagaimana museum keluarga bisa kemudian menjadi museum pemerintah dan kini jadi UPT Museum Budpar Bali.

Kedua orang ini sudah lama meninggal, dan rumahnya bagi saya semacam monumen tempat pertemuan cinta mengharu biru meski mereka berbeda seperti langit dan bumi. Rumahnya asri, wangi bunga bunga khas Bali, di halaman ada pepohonan Kamboja tua yang ditanam pasangan ini. Bunga bunga Kamboja putihnya jika saat nya tiba, berguguran di halaman dan tembok museum, siapa saja boleh memungutinya, dengan atau tanpa makna.

Pelukis Le Mayeur lahir di Belgia tahun 1880 dan bertemu, mencintai dan menikah (tahun 1935) dengan Ni Pollok yang berusia 15 tahun , sementara waktu itu usia Meyer 55 tahun. Saat Le Meyer datang, Bali belum merupakan ikon pariwisata dunia, dia tinggal sebagai mana orang Bali tinggal di desa. Keduanya menyatukan cintanya di tepi pantai Kuta itu meski berbeda bangsa, beda agama, beda budaya, tempramen dan jarak usia 40 tahun.

Bagi Mayeur, Nyi Pollok merupakan sumber inspirasi bagi lukisan lukisannya. Bagi Ni Pollok, Mayeur sumber energi bagi gerak tariannya, Mayeur dunia asing, dunia jauh yang ingin dia satukan dalam roh hidupnya. Meski sampai akhir khayatnya pasangan cinta ini tidak dikaruniai anak.

Bung Karno, mengagumi pasangan ini dan juga lukisan lukisan Le Mayeur. Tiap ke Bali , Bung Karno selalu merapat ke rumah Mayeur yang dianggapnya sahabatnya ini dan pasangan ini juga pernah diundang Bung Karno ke istana negara.

Baca Juga :

Jika anda tidak percaya adanya cinta abadi sebagaimana sering dinyanyikan dengan lebainya oleh penyanyi penyanyi pop kita, misalnya Anang dan Krisdayanti “…..cintaku cintamu tak akan pudar untuk selamanya…” (tapi sesaat kemudian pudar juga), maka jika ke Bali, bercerminlah ke Museum Le Mayeur ini.

Tulisan ini adalah catatan : Dr. Phil. Ichwan Azhari (Ketua Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial (Pussis) Universitas Negeri Medan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.