Info Wisata dan Travel? Cuma di Infotravell.com

Ichwan Azhari : Semua Pendatang di Sumatera?

27

INFOTRAVELL.COM. Ada yang mengaku etniknya termasuk paling awal berada dan dengan demikian etnik asli di Sumatra. Berapa lama mereka ada di Sumatra? Berbagai dongeng, mitos, sejarah lisan pun bermain untuk menjelaskan keberadaan dan keaslian etnik ini (termasuk etnik saya) di Sumatra. Tapi kebanyakan menyebut dirinya datang dan datang ke Sumatra (bisa dari negeri entah berantah, negeri atas angin, dari dunia atas di langit maupun dari negeri bawah laut). Jadi etnik itu adalah pendatang ke Sumatra. Bisa 100 tahun, bisa 1000 tahun, bisa 5000 tahun. Adakah bukti arkeologis ketuan mereka berada di Sumatra? Ini masih misteri.

Tapi kapak batu Sumatra (diberi nama arkeologis Sumatralith) yang diperkirakan berasal dari masa 6000 tahun yang lalu, ditemukan di kawasan hunian kuno di Situs Deli Tua, sebelah selatan Medan. Penemunya team arkeolog pimpinan Ery Sudewo berdasar eskavasi (penggalian) Balai Arkeologi Sumatra Utara tahun 2008. Saya beruntung waktu itu bisa menyaksikan proses penemuan tak terduga ini.

Kapak Genggam Sumatra (Sumatralith) temuan situs Deli Tua /Benteng Putri Hijau, saat ini disimpan di Balai Arkeologi Sumatra Utara, dan akan dibawa ke Museum Deli Serdang Lubuk Pakam.

Semula saya dengan team sejarahwan dan arkeolog ingin menelusuri jejak kerajaan Aceh yang menyerang kerajaan Aru abad 12 di Situs Benteng Putri Hijau Deli Tua itu. Koin emas dan peluru Aceh ditemukan, juga pecahan keramik, tembikar, kaca kuno.

Tapi tak disangka ternyata arkeolog kita secara mengejutkan menemukan jejak manusia purba 6000 tahun yang lalu. Bukan dongeng, bukan mitos, bukan silsilah bukan tarombo. Temuan sangat penting ini sepi dari publikasi. Medsos pun belum marak waktu itu.

Sepuluh tahun setelah temuan kapak Sumatralith, ditempat yang berdekatan, seorang petani menemukan kapak Beliung (kapak persegi) dari masa neolitik yang lebih muda 4000 tahun yang lalu, sebagaimana saya posting di situs ini kemarin.

Baca Juga :

Kesimpulannya, situs Deli Tua Medan ini menyimpan bukti arkeologis sangat penting dan mungkin satu satunya di Sumatra, dalam rentang waktu yang panjang, dari masa pra sejarah 6000 tahun yang lalu sampai ke kerajaan abad 12 yang ribuan temuan arkeologisnya sudah dikumpulkan sebagian.

Lokasi Penggalian Kapak Genggam Sumatra (Sumatralith)

Tapi sebagian besar sudah dihancurkan dan lokasi itu kini sudah dijadikan perumahan oleh 4 developer, tentu katanya dengan izin pemerintah, entah pemerintah yang mana. Padahal lokasi itu sudah ditetapkan berdasar SK Bupat Deli Serdang sebagai Cagar Budaya.

Siapakah dikau, yang.meninggalkan kapakmu di tepi sungai Deli itu? Penduduk asli Sumatra kah kau? Pendatang jugakah sebenarnya dirimu? Kemana engkau selanjutnya bermigrasi? Apakah benar teori yang menyebut kau datang dari Asia daratan selanjutnya bermigrasi ke arah Timur Indonesia ?

Apakah penghuni Sumatra yang sekarang adalah pendatang gelombang berikutnya di belakangmu, ataukah leluhur kami sempat kawin mawin dengan keturunanmu dan gen kita bercampur ? Apakah berarti kita dari sejak masa ribuan tahun dulu semua pendatang di pulau Sumatra ini? Saya belum berhenti bertanya dan belum mendapat jawaban , saat kembali terdengar suara buldozer ngegas kuat kuat meratakan gundukan benteng. Rata . Rata. Peradaban barupun didirikan di lokasi purba itu.

Tulisan ini adalah catatan : Dr. Phil. Ichwan Azhari (Ketua Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial (Pussis) Universitas Negeri Medan)

Leave A Reply

Your email address will not be published.